KMP Putri Yasmin Terbakar di Selat Lombok, 5 Penumpang Masih Dicari
Kebakaran KMP Putri Yasmin di Selat Lombok: 172 selamat, 1 tewas, 5 hilang. Operasi SAR terus berlanjut. Simak info terbaru.
Bagas Aditya
Wartawan / Kontributor Senior

Kebakaran KMP Putri Yasmin di Selat Lombok: Kronologi dan Fakta Terbaru
Insiden kebakaran yang menimpa kapal ferry KMP Putri Yasmin di perairan Selat Lombok pada Rabu (12/8/2026) dini hari masih menyisakan duka dan misteri. Hingga Kamis (13/8/2026), tim SAR gabungan masih terus melakukan pencarian terhadap lima penumpang yang dilaporkan hilang. Peristiwa ini menjadi sorotan nasional, tidak hanya karena menelan korban jiwa, tetapi juga menyoroti aspek keselamatan pelayaran di jalur padat Bali-Lombok.
Kronologi Kejadian: Asap Muncul dari Mobil Box
Kapal yang berlayar dari Pelabuhan Padang Bai, Karangasem, Bali, menuju Pelabuhan Lembar, Lombok Barat, itu dilaporkan terbakar sekitar pukul 03.30 WITA. Menurut kesaksian seorang penumpang selamat, asap putih tipis pertama kali terlihat muncul dari sebuah mobil box berpelat nomor B (Jakarta) yang berada di geladak kendaraan. Saat itu, penumpang yang sedang tertidur di dalam mobilnya terbangun oleh istri yang melihat aktivitas kru kapal (ABK) berlarian.
"Jadi begitu ABK itu (lari-lari), pokoknya ada asap tipis-tipis, istri bangunin saya, saya naik ke atas (kapal), itu kisaran pukul 03.30 WITA," ujar saksi yang enggan disebutkan namanya.
Asap yang awalnya tipis dengan cepat membesar dan menjalar ke kendaraan lain di sekitarnya. Kepulan asap hitam pekat kemudian menyelimuti area geladak hingga ruang penumpang, memicu kepanikan massal. Para penumpang berupaya menyelamatkan diri dengan menggunakan jaket pelampung dan menuju ke titik evakuasi.
Evakuasi Dramatis di Tengah Gelap dan Gelombang
Proses evakuasi berlangsung dramatis mengingat kebakaran terjadi saat kapal berada di tengah laut, dalam kondisi gelap dan gelombang yang cukup tinggi. Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI AL, Polairud, serta kapal-kapal niaga yang melintas di sekitar lokasi bahu-membahu mengevakuasi penumpang dan awak kapal. Beberapa kapal yang sedang melintas di Selat Lombok turut memberikan pertolongan pertama, menjemput korban yang melompat ke laut atau menggunakan sekoci.
Data Korban: 172 Selamat, 1 Meninggal, 5 Masih Dicari
Berdasarkan data sementara Posko SAR di Pelabuhan Lembar, total orang yang terdata dalam manifest berjumlah 173 orang. Dari jumlah tersebut, 172 orang berhasil diselamatkan dalam kondisi selamat, sementara satu orang dinyatakan meninggal dunia. Korban meninggal diketahui bernama Indah Dwi Septiani (19), warga Asrama Brimob Gatep, Ampenan. Hingga berita ini diturunkan, lima penumpang masih dalam pencarian, yaitu:
- Yasir Arafat
- Selvina Rambu Mayi
- I Made Sutarjana
- Slamet Yulianto
- I Ratu Agung Ayu Sekar
Dari total penumpang, dua orang merupakan warga negara asing asal Australia. Operasi SAR masih terus dilakukan dengan melibatkan puluhan personel dan peralatan canggih, termasuk penyelaman untuk memeriksa kemungkinan korban terjebak di dalam kapal.
Penyebab Kebakaran Masih Diselidiki
Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang. Dugaan awal mengarah pada korsleting listrik atau percikan api dari mobil box yang diduga membawa paket. Namun, aparat belum berani memastikan sebelum hasil investigasi forensik dan pemeriksaan saksi-saksi selesai dilakukan. Kapal yang terbakar saat ini berada di perairan Selat Lombok dan telah dievakuasi ke lokasi yang lebih aman untuk proses penyelidikan lebih lanjut.
Pelajaran Penting untuk Keselamatan Pelayaran
Insiden KMP Putri Yasmin menjadi pengingat pentingnya standar keselamatan di kapal ferry, terutama yang mengangkut kendaraan bermuatan barang. Beberapa hal yang perlu menjadi perhatian adalah prosedur pengecekan muatan sebelum keberangkatan, kesiapan alat pemadam kebakaran, dan pelatihan tanggap darurat bagi kru kapal. Penumpang juga diimbau untuk selalu memperhatikan titik kumpul dan prosedur evakuasi yang diumumkan oleh kru.
Semoga operasi SAR dapat segera menemukan kelima penumpang yang hilang dan keluarga korban diberikan ketabahan. Peristiwa ini menjadi catatan kelam bagi industri pelayaran nasional yang harus segera dievaluasi demi mencegah terulangnya tragedi serupa.
Disadur dan diolah dari rujukan berita: TribunNews.com (Lihat berita asli)
Bagas Aditya
Penulis dan kontributor ahli di OtoWarta.