Jangan FOMO Beli Mobil Kredit, Ini Hitungan Total Owning Cost-nya
FOMO beli mobil kredit? Pahami total owning cost agar tidak menyesal. Berikut hitungannya.
Bagas Aditya
Wartawan / Kontributor Senior

Jakarta, KompasOtomotif – Fenomena Fear of Missing Out (FOMO) kerap melanda calon pembeli mobil, terutama ketika melihat promo cicilan rendah atau tenor panjang yang menggiurkan. Namun, para ahli menyarankan agar konsumen tidak serta-merta tergiur. Ada komponen penting yang sering terlupakan: Total Owning Cost (TOC) atau biaya total kepemilikan kendaraan.
TOC adalah akumulasi seluruh biaya yang dikeluarkan selama memiliki mobil, mulai dari harga beli, bunga kredit, asuransi, pajak, perawatan, hingga biaya bahan bakar. Semakin panjang tenor kredit, semakin besar pula total bunga yang harus dibayar, yang otomatis menaikkan TOC.
Mengapa Tenor Panjang Membuat TOC Membengkak?
Secara sederhana, bunga kredit dihitung dari sisa pokok pinjaman. Dengan tenor yang lebih panjang, jumlah angsuran per bulan memang lebih kecil, tetapi total bunga yang dibayarkan jauh lebih besar. Sebagai contoh, untuk mobil seharga Rp300 juta dengan uang muka Rp60 juta (DP 20%), pokok pinjaman menjadi Rp240 juta. Jika tenor 5 tahun dengan bunga flat 6% per tahun, total bunga mencapai Rp72 juta. Sementara itu, tenor 3 tahun dengan bunga yang sama hanya menghasilkan total bunga Rp43,2 juta. Selisihnya hampir Rp29 juta, yang bisa digunakan untuk biaya perawatan atau asuransi selama bertahun-tahun.
Belum lagi biaya-biaya lain yang melekat, seperti asuransi yang umumnya wajib untuk kredit mobil. Premi asuransi biasanya dihitung berdasarkan harga mobil dan bisa naik setiap tahun. Pajak kendaraan juga akan terus bertambah seiring usia kendaraan. Semua ini menambah beban TOC.
Faktor-Faktor yang Memengaruhi Total Owning Cost
- Bunga Kredit: Suku bunga flat atau efektif, tenor, dan kebijakan leasing.
- Asuransi: Jenis asuransi (all risk, TLO) dan besaran premi tahunan.
- Pajak Kendaraan: PKB, SWDKLLJ, dan biaya administrasi.
- Perawatan Rutin: Servis berkala, penggantian oli, filter, dan komponen aus.
- Bahan Bakar: Konsumsi BBM sesuai pemakaian harian.
- Depresiasi: Penurunan nilai jual kembali mobil.
Jangan FOMO, Hitung Dulu Kemampuan Finansial
Banyak orang tergoda dengan cicilan rendah, lalu memaksakan diri membeli mobil yang sebenarnya di luar kemampuan. Padahal, idealnya, total pengeluaran untuk mobil (cicilan + asuransi + pajak + perawatan + BBM) tidak boleh lebih dari 30% pendapatan bulanan. Jika lebih, risiko gagal bayar dan stres finansial meningkat.
Sebelum memutuskan membeli mobil secara kredit, ada baiknya melakukan simulasi. Gunakan kalkulator kredit online atau minta penawaran dari beberapa leasing. Bandingkan total biaya yang harus dibayar, bukan hanya nominal cicilan bulanan. Jangan lupa untuk mempertimbangkan biaya tak terduga seperti perbaikan akibat kecelakaan atau kerusakan.
Tips Memilih Tenor Kredit yang Bijak
- Perpendek Tenor: Jika memungkinkan, pilih tenor 3-4 tahun untuk mengurangi total bunga.
- Perbesar Uang Muka: Semakin besar DP, semakin kecil pokok pinjaman dan bunga.
- Bandingkan Penawaran: Jangan ragu untuk bernegosiasi dengan beberapa leasing.
- Hitung TOC: Gunakan rumus sederhana: TOC = Total Angsuran + Asuransi + Pajak + Perawatan + BBM – Nilai Jual Kembali.
- Jangan Lupa Dana Darurat: Sisihkan dana untuk berjaga-jaga jika terjadi hal tak terduga.
Kesimpulan
Membeli mobil secara kredit memang memudahkan, tetapi jangan sampai terjebak FOMO. Hitunglah total owning cost dengan cermat, sesuaikan dengan kemampuan finansial, dan pilih tenor yang paling efisien. Dengan perencanaan yang matang, kepemilikan mobil akan menjadi investasi yang menyenangkan, bukan beban.
Disadur dan diolah dari rujukan berita: TribunNews.com (Lihat berita asli)
Bagas Aditya
Penulis dan kontributor ahli di OtoWarta.