7 Tewas dalam Drag Race Kotamobagu, Polisi Selidiki
Tujuh orang tewas setelah mobil Honda Jazz menabrak penonton dalam drag race di Kotamobagu. Polisi telah mengambil alih kasus.
Bagas Aditya
Wartawan / Kontributor Senior

Kronologi Maut di Lintasan Liar Kotamobagu
Peristiwa nahas terjadi di ajang balap liar (drag race) di Kotamobagu, Sulawesi Utara, pada Minggu, 1 Desember 2024. Sebuah mobil Honda Jazz yang baru saja melewati garis finis kehilangan kendali dan langsung menghantam kerumunan penonton yang berdiri di tepi lintasan. Akibatnya, tujuh orang tewas di tempat dan belasan lainnya mengalami luka-luka, termasuk pembalap yang mengendarai mobil tersebut.
Menurut keterangan saksi mata, mobil yang dikemudikan oleh Tian Ngantung itu melaju dengan kecepatan tinggi saat melintasi garis akhir. Alih-alih berhenti, mobil terus melaju tak terkendali dan menabrak penonton yang didominasi remaja. Insiden ini terjadi begitu cepat sehingga banyak yang tak sempat menghindar.
Korban Jiwa dan Penanganan Medis
Data sementara dari Polres Kotamobagu menyebutkan bahwa tujuh korban tewas telah dievakuasi ke RSUD Datoe Binangkang. Sementara itu, belasan korban luka-luka, termasuk pembalap Tian Ngantung, dilarikan ke rumah sakit yang sama. Tian Ngantung mengalami luka serius dan harus dirujuk ke Manado untuk mendapatkan perawatan intensif.
Kapolres Kotamobagu, AKBP Irham, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyatakan bahwa pihaknya telah mengambil alih penanganan kasus dan akan melakukan penyelidikan mendalam. "Kami akan memeriksa saksi-saksi dan mengumpulkan bukti untuk menentukan penyebab pasti kecelakaan," ujarnya dalam konferensi pers singkat.
Fenomena Balap Liar dan Risikonya
Tragedi ini kembali menyoroti maraknya balap liar di berbagai daerah di Indonesia. Meskipun kerap dianggap sebagai ajang hiburan dan ajang unjuk kebolehan, balap liar menyimpan risiko besar, tidak hanya bagi pembalap tetapi juga bagi penonton dan pengguna jalan lain. Lintasan yang tidak memenuhi standar keselamatan, minimnya pengaman, dan kecepatan tinggi menjadi kombinasi yang mematikan.
Pakar keselamatan berkendara, Dr. Agus Susanto, menegaskan bahwa balap liar sangat berbahaya. "Lintasan jalan raya tidak dirancang untuk kecepatan ekstrem. Tidak ada pembatas yang memadai, dan penonton berdiri sangat dekat dengan lintasan. Ini sangat berisiko," jelasnya.
Ia juga menyoroti bahwa mobil yang digunakan dalam balap liar seringkali dimodifikasi secara tidak wajar, sehingga handling dan pengereman menjadi tidak stabil. "Modifikasi yang tidak sesuai standar bisa menyebabkan hilangnya kendali, seperti yang terjadi pada kasus ini," tambahnya.
Tindakan Polisi dan Upaya Pencegahan
Pasca kejadian, polisi langsung mengamankan lokasi dan mengidentifikasi para korban. Mereka juga akan memeriksa apakah ada unsur kelalaian atau pidana dalam penyelenggaraan balap liar tersebut. Pasalnya, balap liar jelas melanggar UU Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, serta berpotensi dikenakan pasal tentang kelalaian yang menyebabkan kematian.
Kapolres Irham mengimbau masyarakat untuk tidak mengadakan atau menonton balap liar. "Kami akan menindak tegas setiap kegiatan balap liar di wilayah hukum kami. Kami juga akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk menyediakan sirkuit resmi bagi para pecinta otomotif," tegasnya.
Duka Mendalam dan Pelajaran Berharga
Tragedi ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban dan masyarakat Kotamobagu. Di media sosial, ucapan belasungkawa membanjiri, disertai harapan agar kejadian serupa tidak terulang. Banyak yang mengkritik kurangnya pengawasan dari aparat dan lemahnya kesadaran akan keselamatan.
Peristiwa ini menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak, baik pembalap, penonton, maupun pemerintah. Ke depannya, perlu ada upaya lebih serius untuk menertibkan balap liar, salah satunya dengan menyediakan fasilitas balap yang aman dan legal. Edukasi tentang keselamatan berkendara juga harus terus digalakkan, terutama di kalangan muda.
"Kami berharap kejadian ini menjadi yang terakhir. Jangan sampai ada lagi korban jiwa karena balap liar," ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, dan semoga tragedi ini menjadi momentum untuk perubahan yang lebih baik dalam dunia otomotif tanah air.
Disadur dan diolah dari rujukan berita: TribunNews.com (Lihat berita asli)
Bagas Aditya
Penulis dan kontributor ahli di OtoWarta.